Categories
Perikanan

Plankton

Plankton

Plankton
Kata Plankton pertama kali digunakan oleh Hensen pada tahun 1887. Di daerah penangkapan ikan, mikroorganisme dipahami sebagai plankton, yang mengapung di air, tidak bergerak atau bergerak sedikit, dan selalu mengikuti arus.

Banyak spesies hewan melewati sebagian siklus hidupnya, terutama pada tahap larva, seperti plankton. Kelompok plankton ini disebut meroplankton, karena setelah tahap dewasa itu berubah menjadi benthos atau berenang bebas seperti nekton. Plankton, yang tetap menjadi Plankton, memanggil kelompok Holoplankton sepanjang hidupnya.

Plankton dibagi menjadi 2 jenis:

1. Fitoplankton (tumbuhan plankton)


Fitoplankton adalah sekelompok plankton yang termasuk dalam kelompok tanaman. Fitoplankton memiliki klorofil (bahan hijau dari daun) di tubuh mereka.

Properti fitoplankton, termasuk:

 

  • Ini membentuk sejumlah besar biomassa di lautan, tetapi hanya beberapa filamen yang mengandung fitoplankton.
  • Sebagian besar bersel tunggal dan mikroskopis, termasuk Chrysophyta (ganggang hijau-kuning) dengan diatom dan coccolithophores.
  • Ada beberapa ganggang biru-hijau (Cyanofi), ganggang coklat (Phaeophyta), dan Dinoflagellata (Pyrophyta).

2. Zooplankton

Zooplankton adalah plankton yang termasuk kelompok hewan atau hewan. Zooplankton tidak memiliki klorofil (materi daun hijau) dalam tubuh. Seperti hewan lainnya, zooplankton tidak dapat melakukan fotosintesis atau membuat makanannya sendiri.

Karakteristik zooplankton meliputi:

  • Dibandingkan dengan fitoplankton, jumlah dan kepadatan spesies lebih rendah.
  • Ukurannya sangat kecil, dari sangat kecil hingga berdiameter 1 cm.
  • Beberapa hidup sebagai meroplankton dan yang lain sebagai plankton.

 

Plankton dikelompokan Berdasarkan Ukuran

Jika dikelompokkan berdasarkan ukuran, plankton adalah sebagai berikut:

  • Macroplankton, ukuran 200-2000 mikron
  • Plankton mikro, ukuran 20-200 mikron
  • Nanoplankton, ukuran 2-20 mikron
  • Ultra nannoplankton, berukuran kurang dari 2 mikron.

Plankton mekar terjadi di perairan terbuka, yang kadang-kadang dapat menyebabkan organisme akuatik negatif. Ada beberapa jenis plankton yang beracun dan dapat membunuh ikan jika mereka hadir dalam kepadatan tinggi. Kondisi ini juga dikenal sebagai gelombang merah atau ganggang berbahaya (HAB).


Plankton berbunga dapat menyebabkan kadar oksigen terlarut (DO) dalam air turun hingga batas konsentrasi yang dapat membunuh ikan.

 

 

Sumber : https://anekabudidaya.com/