Categories
Pendidikan

Karakteristik Pasar Monopoli

Karakteristik Pasar Monopoli

Karakteristik Pasar Monopoli
Pasar monopoli memiliki beberapa fitur khusus seperti yang dijelaskan di bawah ini:

1. Pasar Monopoli adalah Industri Perusahaan Tunggal.

Properti ini sesuai dengan definisi monopoli, pasar atau struktur industri dengan satu vendor. Karena alasan ini, barang atau jasa yang dihasilkan tidak dapat dibeli di tempat lain. Pembeli tidak memiliki pilihan lain, jika mereka menginginkan barang yang harus mereka beli dari perusahaan. Ketentuan penjualan sepenuhnya ditentukan oleh perusahaan monopoli dan pembeli tidak dapat melakukan apa pun untuk menentukan ketentuan penjualan dan pembelian.


2. Tidak ada item pengganti yang serupa

Barang yang diproduksi oleh perusahaan monopoli akan digantikan oleh barang lain dalam perekonomian. Artikel ini adalah satu-satunya jenis artikel tersebut. Tidak ada “serupa” dengan itu dalam hal kegunaan. Sampai saat ini, arus listrik adalah contoh dari elemen substitusi “mirip”, menggantikan hanya sesuatu yang sangat berbeda, yaitu lampu minyak. Lampu minyak tidak dapat menggantikan listrik karena tidak dapat digunakan untuk menghidupkan TV atau memanaskan setrika / scrub.


3. Tidak ada akses pasar

Fitur ini adalah alasan utama mengapa perusahaan memiliki kekuatan monopoli. Tanpa fitur-fitur ini, pasar monopoli tidak akan terjadi, karena tanpa hambatan ini pada akhirnya akan ada beberapa perusahaan dalam industri ini. Keuntungan perusahaan monopoli akan menarik pengusaha lain ke industri. Memiliki hambatan yang sangat tinggi untuk masuk mencegah kondisi tersebut mulai berlaku.


4. Dapat mengontrol harga

Karena perusahaan monopoli adalah satu-satunya penjual di pasar, perusahaan itu dapat berspesialisasi dalam penetapan harga. Oleh karena itu, ini dipandang sebagai penentu harga monopolistik. Perusahaan monopoli dapat menyesuaikan harga pada tingkat yang diinginkan dengan memiliki kendali atas produksi dan jumlah barang yang ditawarkan.


5. Tidak diperlukan promosi

Karena perusahaan monopoli adalah satu-satunya perusahaan di sektor ini, Anda tidak perlu melakukan promosi penjualan iklan. Kurangnya persaingan membuat semua pembeli membutuhkan barang yang diproduksi oleh perusahaan monopoli. Bahkan jika iklan monopolistik dibuat, iklan tersebut tidak dimaksudkan untuk menarik pembeli, tetapi untuk menjaga hubungan baik dengan publik.

 

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Hak dan Kewajiban WNI

Hak dan Kewajiban WNI

Hak dan Kewajiban WNI
Sebagai komponen suatu negara, warga negara akan menerima kompensasi sebagai hak untuk menang dari negara mereka, serta berkontribusi pada tanggung jawab dan kewajiban negara mereka. Beberapa hak dan kewajiban warga negara Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945 adalah:


1. Hak atas persamaan dalam hukum dan pemerintahan.

Ini adalah hasil dari prinsip kedaulatan rakyat yang dianut oleh Indonesia. Pasal 27 (1), tanpa kecuali, menentukan posisi warga negara yang setara di hadapan hukum dan pemerintah. Artikel ini menunjukkan keprihatinan kami tentang hak asasi manusia serta keseimbangan antara hak dan kewajiban dan non-diskriminasi antara warga negara.


2. Pekerjaan dan penghidupan yang layak.

27 (2). Sesuai dengan ketentuan artikel. Artikel ini menunjukkan prinsip keadilan sosial dan demokrasi.

 

3. Kebebasan berserikat dan berkumpul.

Pasal 28 Konstitusi 1945 menetapkan hak warga negara untuk berorganisasi dan berkumpul bersama, untuk mengekspresikan pikiran mereka secara lisan dan tertulis. Ketentuan diatur oleh hukum. Penerapan Pasal 28 diatur oleh hukum, yang meliputi:
1. UU No. 1985 n. 15 tahun 1969 tentang pemilihan umum anggota / perwakilan dari Unit Penasihat Rakyat tentang bagaimana ia digantikan oleh UU No. 4 tahun 1975 dan UU No. 3 tahun 1980.
2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1985 tentang perubahan atas UU No. 1669 Tahun 1969 tentang struktur dan lokasi MPR, DPR dan DPRD, diubah dengan UU No. 5 tahun 1975.

 

4. Kebebasan beragama

Pasal 29 (1), (2) UUD 1945 mengatur kebebasan beragama di Indonesia. Hak atas kebebasan beragama bukanlah hadiah dari Negara atau kelas, tetapi didasarkan pada iman, sehingga tidak dapat dipaksakan.

 

5. Hak dan kewajiban pertahanan negara

Pasal 30 (1) UUD 1945 menetapkan kewajiban dan hak semua warga negara untuk berpartisipasi dalam pembelaan negara, dan ayat (2) menetapkan bahwa peraturan tersebut ditegakkan oleh hukum. Hukum yang diberikan adalah UU No. 20 tahun 1982.

 

6. Hak atas pendidikan

Dalam Pasal 31 (1), (2) Undang-Undang Dasar 1945, ini sejalan dengan tujuan rakyat negara, antara lain untuk mengembangkan kehidupan pada pembukaan UUD 1945. Negara.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

 

Categories
Pendidikan

Komunikasi Bisnis Yang Efektif

Komunikasi Bisnis Yang Efektif
Komunikasi Bisnis Yang Efektif

A. Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah sesuatu hal dasar yang selalu dibutuhkan dan dilakukan oleh setiap insan manusia, karena berkomunikasi merupakan dasar interaksi antar manusia untuk memperoleh kesepakatan dan kesepahaman yang dibangun untuk mencapai suatu tujuan yang maksimal diantara kedua nya. Untuk mencapai usaha dalam berkomunikasi secara efektif, maka sebaiknya kita harus mengetahui sejumlah pemahaman dan persoalan yang terjadi dalam proses berkomunikasi itu sendiri.

 

B. Pengertian Komunikasi Bisnis

Berikut adalah beberapa pengertian komunikasi bisnis yang diambil dari beberapa sumber :

Komunikasi bisnis adalah setiap komunikasi yang digunakan untuk membangun partnerships, sumber daya intelektual, untuk mempromosikan satu gagasan; suatu produk; servis; atau suatu organisasi, dengan sasaran untuk menciptakan nilai bagi bisnis yang dijalankan. Komunikasi Bisnis meliputi pengetahuan yang menyeluruh dari sisi internal dan eksternal bisnis tersebut.

Komunikasi yang internal termasuk komunikasi visi (perseroan/perusahaan), strategi, rencana-rencana, kultur/budaya perusahaan, nilai-nilai dan prinsip dasar yang terdapat di perusahaan, motivasi karyawan, serta gagasan-gagasan, dll.
Komunikasi eksternal termasuk merek, pemasaran, iklan, hubungan pelanggan, humas, hubungan-hubungan media, negosiasi-negosiasi bisnis, dll. Bagaimanapun bentuknya, semua hal tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan suatu nilai bisnis (create business value).

Komunikasi bisnis juga merupakan proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapi juga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.

Komunikasi bisnis berbeda dengan komunikasi antar pribadi maupun komunikasi lintas budaya. Komunikasi antar pribadi ( interpersonal communications ) merupakan bentuk komunikasi yang lazim dijumpai dalam kehidupan sehari-hariantara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan komunikasi lintas budaya ( intercultural / communication ) merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih, yang masing – masing memiliki budaya yang berbeda.

 

C. Unsur-Unsur Dalam Berkomunikasi

Komunikasi meliputi 5 unsur, kemudian dikenal dengan formula 5 W + 1 H, yakni:

  • Komunikator = who [communicator, source, sender]
  • Pesan = says what [message]
  • Media = in which channel [channel, media]
  • Komunikan = to whom [communicant, communicatee, reciever, recipient]
  • Efek [effect, impact, influence]

Hal yang pertama dilakukan adalah memahami bentuk dasar komunikasi. Karena seorang komunikator yang baik harus memiliki beberapa alat komunikasi yang menunjang dalam menyampaikan suatu pesan. Seperti bagaimana cara menempatkan kata dalam suatu komunikasi sehingga memiliki arti dan bisa menarik minat dan simpati dari para pendengarnya dan mengajak peserta untuk ikut aktif dalam berkomunikasi seperti dalam kegiatan diskusi.

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Teknik, Bentuk dan Keterampilan Dasar Komunikasi

Teknik, Bentuk dan Keterampilan Dasar Komunikasi

Teknik, Bentuk dan Keterampilan Dasar Komunikasi

Teknik Komunikasi

1) Teknik asosiasi.
Penyajian pesan komunikan dengan cara menumpangkannya pada suatu objek atau peristiwa yang menarik perhatian khalayak ramai

2) Teknik integrasi
Yang dimaksud dengan integrasi disini adalah kemampuan komunikator untuk menyatukan diri secara komunikatif dengan komunikan

3) Teknik ganjaran
Teknik ganjaran adalah kegiatan uantuk mempengaruhi orang lain dengan cara mengimi-ngimingi

4) Teknik tataan
Adalah upaya menyusun pesan komunikasi sedemikian rupa sehingga didengar atau dibaca serta termotivasi untuk melakukan sebagai mana disarankan oleh pesan tersebut

5) Teknik red – hering
Adalah seni seorang komunikator untuk meraih kemenangan dalam perdebatan dengan menggalakan argumrntasi yang lemah untuk kemudian mengalihkannya sedikit demi sedikit ke aspek yang dikuasainya guna dijadikan senjata ampuh dalam menyerang lawan.

 

Bentuk Komunikasi

Pada dasarnya ada dua bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam dunia bisnis, yaitu, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.

Komunikasi verbal

Komunikasi verbal (verbal communication) merupakan salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan (written) dan lisan (oral). Contohnya adalah membaca majalah, mambaca surat kabar, mempresentasikan makalah dalam suatu acara seminar dan lain-lain. Sedangkan komunikasi verbal memilki tipe yang dibedakan menjadi dua yaitu, berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi dalam proses komunikasi.
Adapun dalam berkomunikasi secara verbal, dibutuhkan pengungkapan kata-kata yang disusun dalam suatu pola yang berarti, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan, seperti :

Berbicara dan Menulis Suatu pesan yang sangat penting dan kompleks, sebaiknya disampaikan dengan menggunakan tulisan, seperti surat, memo dan laporan.
Mendengarkan dan Membaca

Untuk mencapai komunikasi yang efektif, maka diperlukan komunikasi dua arah, dimana orang-orang yang terlibat di dalamnya memerlukan ketrampilan mendengar (listening) dan membaca (reading).

Komunikasi Nonverbal

Komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis. Walaupun pada umumnya komunikasi nonverbal memiliki sifat kurang terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari, seperti memahami dalam penggunaan bahasa isyarat, ekspresi wajah, gerakan tubuh, sandi, simbol-simbol, warna dan intonasi suara.Dalam penyampaiannya, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal memilki arti yang berbeda-beda, seperti dalam komunikasi nonverbal. pesan yang disampaikan biasanya dilakukan secara spontan tanpa memiliki rencana dan dilakukan secara tidak sadar dan bersifat alami

Adapun Komunikasi Nonverbal memilki beberapa tujuan , yaitu:

  1. Menyediakan dan memberikan informasi
  2. Mangatur alur suatu percakapan
  3. Mengekspresikan emosi
  4. Memberi sifat dan melengkapi, menentang atau mengembangkan pesan-pesan verbal
  5. Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain
  6. Mempermudah tugas-tugas khusus, misalnya dalam memberikan pengajaran pada saat kuliah.

Kadang dalam prakteknya, di dalam suatu komunikasi bisnis terjadi penggabungan antar komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal dalam suatu situasi. Karena biasanya kata-kata yang disampaikan dalam suatu komunikasi atau percakapan kadang hanya membawa sebagian dari pesan.

Dan relevansinya dalam komunikasi bisnis, tipe komunikasi nonverbal dapat menentukan kredibilitas dan kepemimpinan seseorang, yang dapat dilihat dari karateristik suara, penampilan, sentuhan, gerakan dan posisi tubuh juga melalui ekspresi wajah dan mata.

 

Empat Keterampilan Dasar

Untuk dapat mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi secara efektif, baik secara personal maupun professional paling tidak kita harus menguasai empat jenis keterampilan dasar dalam berkomunikasi, yaitu :

  1. menulis,
  2. membaca,
  3. berbicara;
  4. mendengar

Persentase penggunaan saluran komunikasi adalah sebagai berikut :

  1. Menulis (writing): 9%
  2. Mendengarkan (listening): 45%
  3. Membaca (reading) : 16%
  4. Berbicara (speaking) : 30%

Disadari ataupun tidak, setiap hari kita melakukan, paling tidak, satu dari keempat hal tersebut diatas dengan lingkungan kita. Seperti juga pernafasan, komunikasi sering dianggap sebagai suatu kejadian otomatis dan terjadi begitu saja, sehingga seringkali kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya secara efektif.

Aktivitas komunikasi adalah aktivitas rutin serta otomatis dilakukan, sehingga kita tidak pernah mempelajarinya secara khusus, seperti bagaimana menulis ataupun membaca secara cepat dan efektif ataupun berbicara secara efektif serta menjadi pendengar yang baik.

Menurut Stephen Covey, komunikasi merupakan keterampilan yang penting dalam hidup manusia. Unsur yang paling penting dalam berkomunikasi adalah bukan sekedar apa yang kita tulis atau yang kita katakan, tetapi karakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Penerima pesan tidak hanya sekedar mendengar kalimat yang disampaikan tetapi juga membaca dan menilai sikap kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi yang efektif adalah karakter kokoh yang dibangun dari fondasi etika serta integritas pribadi yang kuat.

Tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah tim atau seberapapun kuatnya kasus hukum, keberhasilan tidak akan diperoleh tanpa penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif. Keterampilan melakukan komunikasi yang efektif akan berperan besar dalam mendukung pencapaian tujuan dari seluruh aktivitas. Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif, maka kemampuan untuk mengirimkan pesan atau informasi yang baik, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik, serta keterampilan menggunakan berbagai media atau alat audio visual merupakan bagian yang sangat penting.

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/

Categories
Pendidikan

Hambatan dan Cara Memperbaiki Dalam Komunikasi

Hambatan dan Cara Memperbaiki Dalam Komunikasi

Hambatan dan Cara Memperbaiki Dalam Komunikasi

Faktor hambatan dalam proses komunikasi

  • Hambatan Teknis. Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
  • Hambatan Semantik. Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi. Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yangdigunakannya.
  • Hambatan Manusiawi. Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.

Menurut Cruden dan Sherman, hambatan ini mencakup :

  • Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti perbedaan persepsi, umur, keadaan emosi, status, keterampilan mendengarkan, pencarian informasi, penyaringan informasi.
  • Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi atau lingkungan sosial dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja serta tata nilai yang dianut .

Ditinjau dari aspek bisnis, organisasi adalah sarana manajemen (dilihat dari aspek kegiatannya). Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan Organisasi terletak pada peninjauannya yang berfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.

Dalam lingkup organisasi, tujuan utama komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang ditafsirkan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan manajemen. Komunikasi organisasi terjadi setiap saat. Dan dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarchies antara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.

Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur (jenjang / level) dan sistem organisasi yang kondusif. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif, yaitu agar pihak lain mengerti dan tahu, tetapi juga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.

Dalam proses komunikasi semua pesan atau informasi yang dikirim akan diterima dengan berbagai perbedaan oleh penerima pesan/informasi, baik karena perbedaan latar belakang, persepsi, budaya maupun hal lainnya.

 

7 syarat informasi yang baik atau dikenal juga dengan 7 C, yaitu :

  1. Completeness (Lengkap).Suatu pesan atau informasi dapat dikatakan lengkap, bila berisi semua materi yang diperlukan agar penerima pesan dapat memberikan tanggapan yang sesuai dengan harapan pengirim pesan.
  2. Conciseness (Singkat).Suatu pesan dikatakan concise bila dapat mengutarakan gagasannya dalam jumlah kata sekecil mungkin (singkat, padat tetapi jelas) tanpa mengurangi makna, namun tetap menonjolkan gagasannya.
  3. Consideration (Pertimbangan).Penyampaian pesan, hendaknya menerapkan empati dengan mempertimbangkan dan mengutamakan penerima pesan.
  4. Concreteness (konkrit).Penyampaian pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang gambalang, pasti dan jelas.
  5. Clarity (Kejelasan) .Pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mudah diinterpretasikan serta memilik makna yang jelas.
  6. Courtessy (Kesopanan) .Pesan disampaikan dengan gaya bahasa dan nada yang sopan, akan memupuk hubungan baik dalam komunikas ibisnis.
  7. Correctness (ketelitian) .Pesan hendaknya dibuat dengan teliti, dan menggunakan tata bahasa, tanda baca dan ejaan dengan benar (formal atau resmi).

Perbedaan latar belakang perbendaharaan bahasa, dan pernyataan emosional, juga dapat menimbulkan munculnya kesalahpahaman antara pengirim dan penerima pesan. Masalah-masalah tersebut antara lain :

1. Masalah dalam mengembangkan pesan
2. Masalah dalam menyampaikan pesan
3. Masalah dalam menafsirkan pesan

 

Memperbaiki Komunikasi

Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif diperlukan beberapa persyaratan, atara lain : persepsi, ketetapan, kredibilitas, pengendalian, dan kecocokan / keserasian.

Komunikasi yang efektif dapat mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi dengan memperhatikan tiga hal sebagai berikut:

Membuat satu pesan secara lebih berhati-hati.
Minimalkan gangguan dalam proses komunikasi.
Mempermudah upaya umpan balik antara si Pengirim dan si penerima pesan.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran

Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran

Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran

Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen dan lembaga lainnya, Strategi pemasaran adalah satu-satunya variable yang dikendalikan oleh pemasar. Dalam hal ini, pemasar berusaha mempengaruhi konsumen dengan menggunakan stimuli-stimuli pemasaran seperti iklan dan sejenisnya agar konsumen bersedia memilih merek produk yang ditawarkan. Strategi pemasaran yang lazim dikembangkan oleh pemasar yaitu yang berhubungan dengan produk apa yang akan ditawarkan, penentuan harga jual, trategi promosinya dan bagaimana distribusinya.

 

Proses Peyusunan Strategi Pemasaran

Strategi pemsaaran yang dikembangkan meliputi 4P. Langkah pertama yaitu menentukan produk yang akan ditawarkan dengan segala pertimbangannya misalnya kualitas, ukuran, bentuk, warna, kemasan dan lain-lain. Langkah kedua, menentukan berapa harga produk akan ditawarkan kepada konsumen, penentuan harga ini juga melalui banyak pertimbangan, kemudian menetukan saluran distribusi dan menentukan bauran promosi.

 

1. Strategi Produk

Dalam merancang suatu produk pemasar harus mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Segmentasi

Segmen diidentifikasi dengan mengelompokkan konsumen berdasarkan kebutuhan dan keinginan yang hampir sama, di mana Setiap subbagian dapat dijangkau dengan bauran pemasaran yang berbeda. Untuk consumer goods, segmen pasar dapat terdiri dari jutaan orang, masalah yang dihadapi para manager adalah dalam hal mengidentifikasi dasar-dasar segmentasi, variable-variabel apa yang dapat membedakan pengelompokan konsumen.

Ada empat klasifikasi variable segmentasi untuk pasar konsumen:

1.karakteristik seseorang,

2. sifat situasi di mana produk atau jasa dibeli,

3. geografi, dan

4. budaya dan subbudaya.

Positioning Produk

Usaha untuk mempengaruhi permintaan produk dengan mengembangkan dan mempromosikan sebuah produk dengan karakteristik spesifik yang membedakannya dari para pesaing.

Dua strategi positioning product : Spesific positioning, perusahaan berusaha menciptakan hubungan yang erat di antara produk, atribut kunci tertentu, dan manfaatnya di benak konsumen.

Strategi positioning kedua biasanya dilakukan oleh merek-merek yang bukan pemimpin pasar. Dalam pendekatan ini, yang disebut pemosisian kompetitif (competitive positioning), merek “sekunder” berusaha menempatkan diri dalam hubungannya dengan pemimpin pasar. Perusahaan yang menekankan pendekatan ini biasanya menggunakan beberapa jenis iklan komparatif.

 

2. Strategi Promosi.

Dalam strategi promosi, konsep dan prinsip perilaku konsumen memiliki andil yang besar dalam aplikasi strategi promosi, yang mencakup segala hal mulai dari periklanan ke penjualan perorangan ke promosi penjualan hingga hubungan masyarakat.

Sikap konsumen merupakan hal yang penting lainnya bagi para pembuat iklan. Banyak periklanan bertujuan menanamkan kepercayaan konsumen terhadap atribut sebuah produk. Para peneliti pasar tidak dapat mengetahui kepercayaan apa yang hendak mereka tanamkan sebelum mengidentifikasik atribut produk yang dipandang sangat penting bagi pasar target. Para pengiklan juga perlu mengetahu jenis pesan apa yang akan mempengaruhi kepercayaan. Haruskah daya tarik rasa takut dipergunakan ataukah para selebritis akan lebih efektif ? Haruskan iklan komparatif dilakukan ? Pengetahuan tentang formasi sikap dan perubahan dapat membantu manajer dalam menjawab jenis-jenis pertanyaan di atas ?

 

3. Penetapan Harga

Salah satu aplikasi prinsip perilaku konsumen dalam hal penetapan harga adalah memprediksi dampak perubahan harga terhadap konsumen. Yaitu, bagaimana para konsumen akan bereaksi apabila perusahaan menaikkan atau menurunkan harga produknya ? Persepsi memainkan peranan sentral di sini. Jika harga dinaikkan, sebaiknya kenaikan tersebut tidak melebihi yang dirasakan oeh konsumen, jika harga diturunkan, maka penurunannya harus cukup rendah sehingga sehingga para konsumen akan menerima perubahan yang signifikan ini.

 

4. Distribusi pemasaran.

Dalam hal tertentu, pemahaman tentang bagaimana konsumen mengambil keputusan pembelian, akan memiliki dampak terhadap distribusi produk. Yaitu, perilaku konsumen dalam melakukan pencarian harus mempengaruhi intensitas upaya distribusi perusahaan. Jika produk yang dibeli hanya memerlukan keterlibatan konsumen yang rendah, maka para konsumen mungkin tidak akan melakukan pencarian yang gencar sebelum melakukan pembelian. Oleh karenanya, perusahaan yang menjual produk dengan keterlibatan rendah harus menempatkan merek-merek mereka di banyak toko ritel, sehingga produk tersebut tersedia kapan saja konsumen memerlukannya. Coca cola merupakan contoh klasik dari strategi distribusi ini dengan tingkat ketersedian (availibilty) produknya yang tinggi.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Categories
Pendidikan

INOVASI DAN PRODUK BARU

INOVASI DAN PRODUK BARU

INOVASI DAN PRODUK BARU

Istilah inovasi banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Produk yang hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan merupakan hasil inovasi yang selalu dilakukan terus-menerus. Munculnya berbagai inovasi di tengah masyarakat menyebabkan adanya pergeseran kebutuhan masyarakat. Semakin banyak produk dan jasa baru sebagai hasil inovasi, semakin banyak pula tingkat konsumsi masyarakat.
Inovasi banyak dilakukan perusahaan agar dapat bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin kuat. Keberhasilan produk banyak sekali ditentukan oleh inovasi-inovasi yang dilakukan oleh perusahaan. Inovasi merupakan keseluruhan proses pada saat penemuan ditransformasikan menjadi sebuah produk komersial yang dapat dijual sehingga menghasilkan keuntungan.

Inovasi bukan sekedar membuat suatu produk baru, melainkan pengelolaan semua kegiatan yang terkait dengan proses penciptaan ide, pengembangan teknologi, produksi dan pemasaran suatu produk baru, proses manufaktur maupun peralatan. Beberapa inovasi dapat mengalami kegagalan sehingga tidak memberi keuntungan bagi perusahaan.

PROSES INOVASI

Proses Inovasi merupakan gabungan dari usaha kreatif individu, fungsi operasional dan aktifitas organisasi, serta arsitektur perusahaan. Terdapat dua input pendorong yaitu: perkembangan ilmu dan teknologi serta perubahan social dan kebutuhan pasar. Ketiga unsure tersebut bersama-sama akan menghasilkan usaha organisasi untuk mengembangkan pengetahuan, proses-proses sampai akhirnya mengembangkan produk.

TIPE DAN MODEL INOVASI

Inovasi industrial tidak hanya meliputi inovasi mayor (radikal) saja, tetapi inovasi minor berupa peningkatan penyerapan teknologi.
Beberapa tipe Inovasi yang ada:
Inovasi produk, inovasi proses, inovasi organisasi, inovasi manajemen, inovasi produksi, inovasi komersil atau pemasaran serta inovasi jasa.

 

MODEL INOVASI

Model inovasi yang ada adalah :

1. Model Kebetulan
2. Model Linear,
3. Model Rangkaian Simultan, dan
4. Model Interaktif.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan

Pentingnya Strategi Rantai Pasokan

Pentingnya Strategi Rantai Pasokan

Pentingnya Strategi Rantai Pasokan
Manajemen rantai pasokan (Supply chain management) menggambarkan koordinasi dari keseluruhan kegiatan rantai pasokan, dimulai dari bahan baku dan diakhiri dengan pelanggan yang puas. Dengan demikian, sebuah rantai pasokan mencakup pemasok, perusahaan manufaktur dan/atau penyedia jasa dan perusahaan distributor, grosir, dan/ atau pengeacer yang mengantarkan produk dan/atau jasa ke konsumen akhir.

 

Tujuan dari Manajemen Rantai Pasokan

Tujuan dari manajemen rantai pasokan adalah untuk mengoordinasi kegiatan dalam rantai pasokan untuk memaksimalkan keunggulan kompetitif dan manfaat dari rantai pasokan bagi konsumen akhir. Seperti tim kejuaraan, fitur utama dari rantai pasokan yang suskses adalah anggota-anggotanya yang berperan demi kepentingan timnya (rantai pasokan).
Pengurangan biaya yang efektif dapat membuat sebuah perusahaan lebih mudah untuk mencapai tujuan labanya dibandingkan dengan peningkatan dalam upaya penjualan. Ketika perusahaan berjuang meningkatkan daya saingnya melalui kustomisasi produk, kualitas yang tinggi, pengurangan biaya, dan kecepatan pemasaran, penekanan yang lebih diberikan pada rantia pasokan.

 

Hubungan Strategis yang Berkelanjutan

Melalui hubungan strategis yang berkelanjutan, pemasok menajdi partner ketika mereka berkontribusi bagi keunggulan kompetitif. Strategi biaya rendah atau respons cepat membutuhkan hal-hal yang berbeda dari rantai pasokan dibandingkan waktu menunggu. Perusahaan harus mencapai integrasi strategi rantai pasokan, dan harus berharap strategi tersebut berbeda untuk produk yang berbeda dan berubah ketika produk bergerak di siklus hidupnya.

Masalah sumber : buat atau beli versus pengalihdayaan

Keputusan buat atau beli
Pilihan antara memproduksi sebuah komponen atau jasa secara internal atau membelinya dari sumber lain.

Pengalihdayaan
Mengalihkan beberapa kegiatan dan sumber daya internal tradisional dari sebuah perusahaan ke vendor di luar perusahaan, membuatnya sedikit berbeda dari keputusan buat atau beli tradisional.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Sejarah Indonesia

Sejarah Indonesia

Indonesia merupakan suatu Negara besar dengan jumlah penduduk lebih 252 juta jiwa pada tahun 2015 jika di hitung menggunakan data pertumbuhan penduduk indonesia yang dikeluarkan oleh bank dunia, yakni 1.21% per tahun dan mempunyai ratusan ribu pulau. Dan bagaimana dengan sejarah Indonesia?.. Nama Indonesia baru Muncul setelah dikumandangkan proklamasi kemerdekaan Indonesia Pada pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh the founding father bangsa Indonesia, Bung Karno dan Bung Hatta, namun konsep tentang ke-Indonesiaan mulai dibangkitkan secara faktuil sejak Sumpah pemuda 28 Oktober 1928. Trus Nama Indonesia sebagai nama geografis yang dilekatkan pada kawasan Nusantara ini di mulai sejak kapan?, berikut ini ulasan singkat Sejarah Nama Indonesia yang disarikan dari berbagai sumber.

Sejarah Indonesia

 

Nama Indonesia pertama kali muncul di dunia

pada tulisan James Richardson Logan halaman 254. Sedangkan Logan sendiri adalah orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Dan uniknya, saat Logan mengusulkan nama Indonesia, Logan tidak menyadari dan tidak menduga jika nama tersebut akan menjadi nama suatu bangsa dan negara. Dan berikut ini tulisan Logan pada tahun 1819 – 1869 tesebut:

Mr.Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago.

Dari situlah James Richardson Logan secara konsisten menggunakan nama Indonesia dalam karya ilmiahnya, dan dengan seiring perjalanannya waktu pemakaian nama Indonesia menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Inilah yang menjadi titik awal mula nama Indonesia di dunia. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian ( 1826 – 1905 ) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880.

Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah Indonesia di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah Indonesia itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch – Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah Indonesia itu dari tulisan – tulisan Logan. Putra ibu pertiwi yang mula – mula menggunakan istilah Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar Dewantara ). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers – bureau. Pada dasawarsa 1920 – an, nama Indonesia yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama Indonesia akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya

Negara Indonesia Merdeka yang akan datang ( de toekomstige vrije Indonesische staat ) mustahil disebut -Hindia Belanda-. Juga tidak -Hindia- saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik ( een politiek doel ), karena melambangkan dan mencita – citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia ( Indonesier ) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.

Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia ( PKI ). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij ( Natipij ). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula – mula menggunakan nama Indonesia. Akhirnya nama Indonesia dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda – Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda. Kemudian secara de yure, nama Indonesia kemudian diabadikan menjadi nama negara sejak Proklamasi 17 Agustus 1945.

Nah dari situlah nama Indonesia kemudian dipakai sampai saat ini sebagai nama sebuah Negara yang berada di wilayah Nusantara, Indonesia merupakan gabungan beberapa wilayah yang dulu pernah dikenal sebagai Jawadwipa, Swarnadwipa, Borneo, Celebes, dan beberapa wilayah lainnya yang kemudian masuk kedalam ikatan Negara kesatuan Republik Indonesia dibawah naungan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 sampai detik ini.